Koperasi Harus Bisa Meningkatkan Daya Saing

koperasiidysaing sMeski keberadaan koperasi sudah berumur cukup lama namun sejauh ini berbagai permasalahan masih membelit lembaga tersebut. Kondisi itu menyebabkan koperasi kurang bisa bersaing dengan lembaga lainnya, padahal kesempatan untuk maju sangat terbuka. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menghadiri acara jalan sehat dalam rangka Hari Koperasi, Jumat (14/7/2017).

Menurut bupati, permasalahan yang sering dihadapi koperasi adalah masih kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki. Kondisi ini bisa berakibat pada kurangnya kemampuan mengakses pasar, modal dan menjalin kerjasama kemitraan dengan badan usaha lainnya.

”Keterbatasan mengakses potensi-potensi itulah yang menyebabkan koperasi kurang mampu bersaing. Oleh sebab itu, koperasi harus berbenah diri untuk lebih meningkatkan kemampuan SDM yang dimiliki supaya bisa eksis,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, bupati berharap kepada para pengelola koperasi agar memberikan perhatian yang lebih pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dalam hal ini, koperasi diharapkan mau memberikan suntikan modal yang lebih besar pada sektor UMKM ini, melalui koperasi simpan pinjam. Sebab, selama ini para pengusaha UMKM sering terhambat untuk mengembangkan usahanya akibat minimnya modal yang dimiliki.

Promosi Produk UMKM Grobogan Perlu Digencarkan

promosi umkm bBupati Grobogan Sri Sumarni mengaku cukup bangga dengan banyaknya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Grobogan. Hal itu dilontarkan bupati saat menghadiri penutupan pasar murah di halaman Setda Grobogan, Selasa (20/6/2017).

“Produk-produk yang dihasilkan UMKM dalam pameran ini cukup bagus. Dari kemasannya juga sudah baik dan menarik. Produk ini tampaknya sudah bisa bersaing dengan daerah lainnya,” katanya saat meninjau stand produk UMKM di lokasi pasar murah tersebut.

Bupati menyatakan, meski jumlah pelaku UMKM terus bertambah namun beberapa masalah klasik masih dialami para pengusaha tersebut. Salah satunya adalah soal pemasaran yang dinilai sebagian pengusaha sebagai permasalahan utama.

Menurutnya, jika selama ini masih banyak pelaku usaha yang memasarkan barangnya secara tradisional. Khususnya, pelaku usaha yang bergerak dibidang makanan dan minuman. Oleh sebab itu, perlu adanya sebuah terobosan baru buat pengusaha tersebut agar memasarkan produknya dengan cara-cara yang lain dari biasanya.

Sosialisasi KUR Untuk Usaha Mikro dan Kecil

sosialisasi KURGROBOGAN - Dinas Koperasi  dan UMKM  Kabupaten Grobogan menyelenggarakan sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR)diikuti pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.Sosialisasi ini diselenggarakan di Gedung Dekopinda,Senin(21/11).

Dinas Koperasi dan UMKM menggandeng dua mitra kerjanya, yakni Bank Jateng dan BRI untuk memaparkan soal KUR dan transaksi elektronik tersebut.Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Srie Etikdyah, mengatakan, kegiatan ini sengaja mereka lakukan untuk lebih mendekatkan pelaku UMKM pada akses permodalan.“Selama ini, banyak pelaku usaha yang terhenti kegiatan usahanya, karena kurang modal. Sehingga ada anekdot di masyarakat, bahwa UKM itu adalah usaha kurang modal,” katanya.

Sementara di lain pihak, banyak pelaku usaha yang tidak tahu atau tidak memiliki akses kepada penyedia modal.“Padahal, sekarang ini BUMN gencar memberi bantuan permodalan ke pelaku usaha. Inilah yang harus diketahui para pelaku UMKM, dan harus dimanfaatkan untuk peningkatan usaha,” kata Etik.

Kunjungan

Hari ini 1

Minggu ini 1

Bulan ini 66

Keseluruhan 1273

Currently are one guest and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

Bintek Ijin

Fasilitasi IUMK

Jalan Sehat

Penyuluhan

Rakor Pendataan

Penilaian KSP

Go to top